BUKAN SAJAK LIAR

BUKAN  SAJAK LIAR

" Dari kuantum pikir,pusat nya satu
Tentang sendu yang belum usai yg kini terbit lagi."

Ruang

 
Diantara dinding hijau,
Bantal menjadi sekat
Sejuknya arus udara baling baling.
Bisikan irama di agung-agungkan pejaman mata
Jiwa,hati,raga terhimpun dalam ruang.
Ruang yang memasrahkan pada empunya.
Saat sampai mendengkur, ruang tidak terprovokasi
Membiarkan kuantum pikir menyambung dalam bunga tidur.
Krok..krok..krokk

 

 Lubuk Lampas

 
Aku rasa
Rasa mu rasa ku
 
Perihal rasa
perihal kata
 
Kamu berkumandang lebih banyak
saat awal dan tidak hanya sesaat
 
Eh tunggu,
Rasaku sedang menyusur rasa
Mengajuk pada benar
Dulu lebih banyak rasa kata
Kini rasa perangai
 
Ah kamu,
Kamu paling tau setitik rasa yang ku rasa
kamu bilang ini lucu
lalu berbicara
"ga ada yang beda,aku masih sama"
 
Dasar aku,lubuk lampas.

 
 

Rupa Dalam Bayang


 Dalam bayang
Ada rupa mu
 
Bibir yang ku rindu dalam senyuman
Mata akan keyakinan
Alis mata yang aku idam idamkan
Aura kebahagiaan yang aku rasakan
 
Bayang bayang kehangatan
 
Tolong,
Tetap tingggal, jangan pergi
Biar ku peluk,jangan pergi
Bayang bayang dambaan
Bukan lamunan bayang bayang
Bayang bayang tidak aku lepaskan
 
Kau tahu,
Aku terang itu
Terang tetap ada
Bayang bayang tetap ada
Jika kamu tak berpindah
 
 

Hujan ( 1 febuari 2020)

 
Satu kali ini hujan menyambut
Senandung rintik nya masih sama
Rintik rindu yang terdengar pada mereka
yang percaya
 
Mata memejam tanpa perintah
Lembut sekali, aku meresapi
Diam diam menaruh harapan pada buliran rintik
 
Harap ada jiwa yang ingin menyatu
Percaya isyarat akan sampai
Kepadamu
Kepada-Nya.


 Sunyi Sendiri

 
Terdengar riuh nya suara angin
Tetap saja riuh tanpa henti
Sedangkan aku,
Aku meresap dalam sunyi
Tenang bagiku  
 
"Tak malu, tak melulu ku dengar
Mereka tak pernah tahu
Kamu juga tidak

Hanya aku dan relung
Yang lain tak perlu paham"
 

Tebakan dan Jebakan

 
Tebakan atau jebakan
Katakan..
Ini bukan delusi
Nyata dilihat mata, tapi beda makna
 

Apa yang ingin ditunjukan
Katakan...
Ini nyata
delusi terasa, memang itu maknanya
 

Tidak bisa di mengerti
Entah tentang lain atau tentang aku
Tapi getaran nya kuat
 

Terlontar kata dari mulut seseorang
Sesekali saja tak apa
Ikuti bisik hati
Jika bisik tak tepat kata mu
Dengarkan saja
 

Yakinlah,
Tanya kepahaman segera datang
 

Teruntuk Aku

 
Teruntuk aku
Jangan lupakan jiwa yang harus dimanja
Jangan patahkan hati yang kau bawa
Tenangmu ada pada nya
Buatlah skenario sebaik mungkin
Tapi ada yang lebih baik dari itu
Skenario-Nya
Tak perlu marah jika tidak sepaham
Ingat tentang delusi duniawi
Bisakah kau dengar,aku?
 

Metamorfosa Rasa


Berjebah pujian di perantarakan
Aku tau itu kiat mu..
Bujukan pertemuan seringkali ditanyakan
Seringkali juga aku menolak nya.
 
Pada akhirnya agustus menentukan
Untuk berjamu di meja makan
Aku yang malu-malu, kamu yang tidak punya malu..

Perasaan yang diutarakan dalam pertemuan
Tak ragu menggenggam tangan isyarat meyakinkan aku...
Giliran aku yang kebingungan.
 
Hati berbisik pada akal, akal berbisik pada hati..
Bisik yang menyuarakan pertanyaan.
Tentang sebuah perasaan yang menggelisahkan.
 
Akal menolak, hati menyetujui.
Lagi lagi agustus menentukan..
Menentukan pertemuan akal dan hati
Diskusi akan pertanyaan dan melahirkan deklarasi bahwa "aku juga mencintaimu"
 

Usia Baru
 

Bertambah satu di bulan juli
Satu angka bertambah
akan banyak perubahan
Siapa yang merubahnya?
Aku dan kehendak pencipta

Tak ada yang ternilai selain doa
Bisik kawan bisik pujaan
Serius dalam mengijabkan

Menyembah segenap syukur
Karunia sang pencipta
Hingga detik ini tetap berdampingan
Dengan insan terkasih di bentala.

 Elegi Rindu
 

Sepi menyanyi, resapi lantunan rindu
Teringat kala itu, sejuk malam di batas jalan
Berbincang hangat pukul 9 malam
Rayap rayap di kota tak kenal sepi
Kita menikmati
 
Tapi kini berbeda, tatkala pandemi datang
Masa seolah-olah berakhir
Semesta mendesak jarak
Kota tak lagi ramai
 
Kata sebagai perantara, hanya rasa yang bicara
Merindu, rasa paling liar didalam kalbu
Katamu, pandemi segera berlalu
Kita lekas bertemu
 
Perjumpaan kini berarti, tatkala segenap jiwa menyadari
Menanti kelumrahan semesta
Harap Tuhan mengijabkan seluruh doa
Cepat pulih, pandemi
Cepat bertemu, yang merindu
 
 
So, itu beberapa sajak yang gue buat. Sajak yang terakhir itu gue perlombakan di KKM Kampus UNTIRTA tema nya; Merindu dikala pandemi. Ngga harus menang, terpenting karya tersalurkan. 
Terimakasih menyempatkan untuk membaca🖤


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puasa nya Anak Kost (Sebuah Analisa Penulis)

Hiruk pikuk?